Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD merupakan rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan peraturan daerah. APBD Kabupaten Lombok Timur untuk tahun anggaran 2025 ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 (Perda 7/2024) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Menurut Perda 7/2024 tersebut, anggaran Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp3.445.682.257.241,- (tiga triliun empat ratus empat puluh lima miliar enam ratus delapan puluh dua juta dua ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus empat puluh satu rupiah) yang bersumber dari:
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp523.855.713.638,- (lima ratus dua puluh tiga miliar delapan ratus lima puluh lima juta tujuh ratus tiga belas ribu enam ratus tiga puluh delapan rupiah);
b. Pendapatan Transfer sebesar Rp2.903.776.543.603,- (dua triliun sembilan ratus tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh enam juta lima ratus empat puluh tiga ribu enam ratus tiga rupiah); dan
c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp18.050.000.000,- (delapan belas miliar lima puluh juta rupiah).
Dengan jumlah Pendapatan Daerah sebesar itu, Pemerintah Daerah mengalokasikan Belanja Daerah untuk empat sektor yakni: 1) Belanja Operasional; 2) Belanja Modal; 3) Belanja Tidak Terduga; dan 4) Belanja Transfer dengan total Rp3.442.170.126.805,- (tiga triliun empat ratus dua puluh dua miliar seratus tujuh puluh juta seratus dua puluh enam ribu delapan ratus lima rupiah). Sementara untuk anggaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp23.512.130.436,- (dua puluh tiga miliar lima ratus dua belas juta seratus tiga puluh ribu empat ratus tiga puluh enam rupiah) meliputi Penyertaan Modal Daerah dan Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo.
Berikut penjabaran APBD Kabupaten Lombok Timur tahun anggaan 2025:
1 |
Pendapatan Daerah |
|
|
a. |
Pendapatan Asli Daerah |
Rp523.855.713.638,- |
b. |
Pendapatan Transfer |
Rp2.903.776.543.603,- |
c. |
Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah |
Rp18.050.000.000,- |
Jumlah Pendapatan Daerah |
Rp3.445.682.257.241,- |
|
2 |
Belanja Daerah |
|
a. |
Belanja Operasional |
|
1) Belanja Pegawai |
Rp1.054.477.495.109,- |
2) Belanja Barang dan Jasa |
Rp1.029.332.495.109,- |
3) Belanja Bunga |
Rp421.000.000,- |
4) Belanja Subsidi |
Rp2.500.000.000,- |
5) Belanja Hibah |
Rp80.870.945.500,- |
6) Belanja Bantuan Sosial |
Rp6.955.000.100,- |
Jumlah Belanja Operasional |
Rp2.616.607.515.108,- |
b. |
Belanja Modal |
|
1) Belanja Modal Tanah |
Rp12.073.750.000,- |
2) Belanja Modal Peralatan dan Mesin |
Rp105.505.707.838,- |
3) Belanja Modal Gedung dan Bangunan |
Rp133.841.701.600,- |
4) Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi |
Rp72.490.713.000,- |
5) Belanja Modal Aset Tetap Lainnya |
Rp13.304.835.325,- |
6) Belanja Modal Aset Lainnya |
Rp269.671.700,- |
Jumlah Belanja Modal |
Rp337.486.379.463,- |
c. |
Belanja Tidak Terduga |
|
1) Belanja Tidak Terduga |
Rp7.000.000.000,- |
Jumlah Belanja Tidak Terduga |
Rp7.000.000.000,- |
d. |
Belanja Transfer |
|
|
1) Belanja Bagi Hasil |
Rp21.409.695.834,- |
2) Belanja Bantuan Keuangan |
Rp439.666.536.400,- |
Jumlah Belanja Transfer |
Rp461.076.232.234,- |
|
Jumlah Belanja Daerah |
Rp3.422.170.126.805,- |
Surplus/(Defisit) |
Rp23.512.130.436,- |
|
3 |
Pembiayaan Daerah |
|
a. |
Penerimaan Pembiayaan |
0,- |
|
b. |
Pengeluaran Pembiayaan |
Rp23.512.130.436,- |
|
Jumlah Pembiayaan Netto |
Rp(23.512.130.436),- |
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Berkenaan |
0- |